Pak Bos Yang Pemarah – Jose Mourinho

Luapan emosi Mourinho saat pertandingan melawan West Ham, Minggu 29 November 2016

Luapan emosi Mourinho saat pertandingan melawan West Ham, Minggu 29 November 2016.

Balada Emosi Pelatih

Hanya dalam waktu 2 bulan saja bos Manchester United, Jose Mourinho lagi-lagi mendapat dakwaan dari Asosiasi Sepak Bola (Football Association) untuk kali yang kedua setelah kejadian pertama saat melawan Burnley tanggal 29 Oktober, dimana Mourinho mendapat sanksi denda £ 8000 dan larangan untuk hadir selama 1 pertandingan.

Mourinho akan segera mendapat sanksi berikutnya jika dakwaan yang dilayangkan untuknya dinyatakan tepat oleh komisi FA.

Pada 17 Oktober yang lalu pria Portugis berusia 53 tahun ini juga didenda £ 50.000 untuk komentar yang dibuatnya mengenai wasit Anthony Taylor sebelum bertandang ke Liverpool di Anfield.

Amarahnya yang sering tak terbendung kembali termanifestasi pada pertandingan hari Minggu kemarin saat wasit menyatakan Paul Pogba melakukan diving ketika berhadapan dengan kapten West Ham, Mark Noble.

Bereaksi atas keputusan wasit Jon Moss, Mourinho menendang botol air minum yang ada di area touchline. Tayangan ulang menunjukkan dengan jelas Noble tidak melakukan kontak dengan gelandang asal Prancis yang berusia 23 tahun itu.

Mourinho diusir oleh Anthony Taylor saat pertandingan melawan City ketika masih melatih Chelsea 2013 silam.

Mourinho diusir oleh Anthony Taylor saat pertandingan melawan Cardiff City ketika masih melatih Chelsea 2013 silam.

Tak Siap Hadapi Perubahan

Memberikan tekanan kepada wasit melalui perkataan saat pertandingan resmi sedang berlangsung, menekan regulasi dan peraturan yang ada, hingga berulang kali mengomel di touchline adalah upaya-upaya yang dulu sering digunakan para pelatih untuk menyuarakan pendapat mereka guna mempengaruhi keputusan wasit.

Namun cara lawas tersebut masih dipakai oleh Mourinho, yang mungkin lupa bahwa sesungguhnya sifat permainan dewasa ini sudah berubah.
Hal ini juga menunjukkan bahwa ia telah kehilangan kemampuannya untuk mengganggu dan mengintimidasi regulasi yang ada saat merumput dilapangan.

Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Berbeda sekali ketika waktu pertama ia datang sebagai anak baru di Chelsea pada tahun 2004. Melalui kepercayaan diri, talenta dan sifatnya yang enerjik, Mourinho dengan cepat mengalahkan popularitas Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger dengan mengantongi piala Liga Champions.

Walau berisiko tinggi dan memungkinkan berperang dengan manajer lain, Mourinho selalu menyelimuti Chelsea dengan api amarah bagai api yang tak pernah padam. Tapi hal itu diimbangi dengan hasil yang baik dan memuaskan. Tim yang berprestasi dan berujung tawa di akhir pertandingan. Ferguson dan Wenger pun mengalami kebahagiaan yang sama saat terlibat dalam pertempuran verbal.

Kobaran Api Yang Dingin

Seolah menghancurkan reputasinya sendiri, setelah musim kedua, Mourinho mulai membuat sejarah baru yang sangat buruk di Stamford Bridge, yang berujung kepada pemecatan dirinya dari klub berkaos biru tersebut.

Saat ini Mourinho sudah menghadapi sanksi ketiga dari FA, padahal ia baru 13 kali menjalani masa kepemimpinannya di Old Trafford pada pertandingan Liga Premier.

Entah apa yang sedang dialaminya hingga membuat ia berperilaku seperti anak kecil. Mourinho mungkin lupa bahwa ia dan timnya menjadi sorotan dan perhatian dunia sepak bola. Namun hal ini semakin mengingatkan kita kepada sikap seorang pria tua yang sudah lelah dan seperti anak kemarin sore yang sedang bertingkah.

Jose Mourinho bersitegang dengan Paul Lambert di Stamford Bridge saat memimpin Chelsea melawan Aston Villa, Agustus 2013.

Jose Mourinho bersitegang dengan Paul Lambert di Stamford Bridge saat memimpin Chelsea melawan Aston Villa, Agustus 2013.

Tidak Perlu Pakai ‘Urat’

Berbeda dengan Mourinho, walau sering mengekspresikan emosi di touchline, Antonio Conte dan Jurgen Klopp telah membuktikan bisa menggunakan kemarahan mereka dengan cara yang positif.

Cara yang cukup cerdas ini juga diaplikasikan oleh bos Manchester City, Pep Guardiola. Mereka mengetahui bahwa cara jadul seperti itu adalah sia-sia dan merusak khusuknya pertandingan. Jadi didalam berkomunikasi, benar-benar dibutuhkan kebijaksanaan untuk bisa menyampaikan maksut dan tujuan dengan baik.

“Sebuah pesan akan disalahartikan jika disampaikan dengan cara yang salah.”         -anonim-

Belajar Dari Kegagalan Tottenham

508046508-0

Kekalahan adalah Kemenangan Yang Tertunda

Sepertinya istilah ini kurang tepat jika digunakan didalam sebuah kompetisi, khususnya dalam jangka pendek, karena dituntutnya kemenangan demi kemenangan untuk bisa bertahan dan keluar sebagai juara. Tentu saja kalimat tersebut akan menjadi sangat powerful jika dijadikan sebagai pedoman, guna meningkatkan performa dan kualitas.

Ya, kualitas. Hal inilah yang disebut-sebut oleh Mauricio Pochettino selaku pelatih Tottenham Hotspur sebagai penyebab utama tim yang diasuhnya itu tidak lolos ke babak selanjutnya (sistem gugur) pada Liga Champions.

KETERBUKAAN Awal Dari Kebangkitan

Dengan rendah hati Pochetinno mengakui setelah Spurs tersingkir dari babak penyisihan grup di Stadion Louis II pada Rabu dini hari tadi,
“Untuk bisa terus berada di klasemen, kami harus memperkuat pasukan, meningkatkan kualitas dan juga mentalitas untuk bisa bersaing di Liga Premier dan Liga Champions.”

Kemenangan AS Monaco dengan skor 2-1 memastikan keluarnya Spurs dari kompetisi yang sebenarnya sangat diincar oleh mereka. Dan ini menjadi kekalahan ketiga Spurs dalam lima pertandingan di Grup E.

Djibril Sidibe dan Radamel Falcao merayakan gol bersama saat membawa AS Monaco lolos ke babak selanjutnya pada Liga Champions.

Djibril Sidibe dan Radamel Falcao merayakan gol bersama saat membawa AS Monaco lolos ke babak selanjutnya pada Liga Champions.

Semuanya terjadi di babak kedua; gol pertama oleh Djibril Sidibe (48′) yang sebenarnya sempat dikejar oleh Spurs melalui tendangan penalti Hary Kane (52′) namun hanya bertahan 39 detik hingga akhirnya Thomas Lemar (53′) berhasil mencetak angka dan membawa Monaco lolos ke babak selanjutnya di Liga Champions.

Selalu Optimis dan Tetap Positif

Kejadian ini menarik perhatian khusus bagi sang tutor untuk melihat akar permasalahan yang mereka miliki. Pochetinno mengingat dirinya dan bos Spurs, Daniel Levy diawal musim sudah sempat bicara untuk memperkuat bahkan menambah pasukannya. Namun sangat disayangkan karena hal ini belum sempat terealisasi.

“Persoalannya bukan hanya fisik, tapi juga strategi. Sepertinya kami memang harus meningkatkan kualitas lebih banyak lagi,” ujarnya usai pertandingan.

“Apakah kami memiliki mutu? Tentu saja! Untuk bersaing di Liga Premier? Ya! Tapi kalian bisa melihat hari ini kami sudah berusaha,”

“Semua orang pasti kecewa saat mengalami kekalahan. Tapi kami tetap tenang dan percaya diri, karena ini bukanlah akhir dari perjalanan kami. Tujuan kami adalah menjaga eksistensi di Liga Champions dan Liga Premier. Dan kami akan tetap berjuang perlahan,”

Jan Vertonghen bek Spurs asal Belgia yang akan menjadi pemain kunci saat bertandang ke Chelsea.

Jan Vertonghen bek Spurs asal Belgia yang akan menjadi pemain kunci saat bertandang ke Chelsea.

Pentingnya Spekulasi

Keputusan Pochetinno untuk tetap menaruh Jan Vertonghen di bangku cadangan menjadi kejutan bagi para pengamat sepak bola. Tampaknya Vertonghen sengaja disimpan untuk rencana pembalasan dendam saat bertandang ke Chelsea pada Liga Premier hari Minggu 27 November 2016 pukul 00.30 WIB. Pasalnya selama 15 tahun terakhir Spurs belum pernah menang bermain di kandang Chelsea.

Dia menegaskan Vertonghen dalam kondisi yang prima untuk kembali merumput,
“Kami berada dalam posisi yang baik di Liga Premier. Tidak mudah bagi kami untuk menghadapi pertandingan hari Minggu nanti. Kami harus melakukan yang terbaik, pergi ke Chelsea dan mencoba untuk memenangkan pertandingan.”

Pochetinno, tidak ada kata 'Menyerah' dalam kamus hidupnya.

Mauricio Pochetinno, tidak ada kata ‘Menyerah’ dalam kamus hidupnya.

Tetap Melangkah Maju

Bulan depan (Kamis 8 Desember 2016 pukul 01:45 WIB) Spurs akan menjamu CSKA Moskow di Stadion Wembley dan berharap agar tidak mengalami hattrick kekakalahan di kandang sendiri pada Liga Champions.

“Pertandingan Liga Champions adalah satu hal. Tapi kami harus mencoba untuk pertandingan berikutnya untuk pergi ke Liga Eropa,”

“Tidak lagi berada di Liga Champions bisa membuat kami depresi. Tapi disisi lain ini baik buat kami, sehingga kami bisa fokus dan melangkah lebih jauh lagi pada kompetisi Liga Eropa,” tutupnya.

Akhir Perjuangan Jurgen Klinsmann

Tahun 1986 dalam satu pertandingan Klinsmann pernah mencetak 5 gol hanya dalam kurun waktu 30 menit.

Tahun 1986 dalam satu pertandingan Klinsmann pernah mencetak 5 gol hanya dalam kurun waktu 30 menit.

Anak Tukang Roti dari Botnang

Goppingen adalah sebuah kota kecil di Selatan Jerman yang merupakan bagian dari kota Stuttgart. Disanalah Jurgen Klinsmann dilahirkan 52 tahun yang lalu. Berbeda dengan anak-anak pada umumnya, sejak kecil Klinsmann sudah membantu usaha keluarganya yang memiliki bisnis roti di distrik Botnang (Stuttgart). Sambil menjadi penjual roti keliling dan magang sebagai pelayan, Klinsmann kecil selalu menyempatkan diri untuk membangun mimpinya dengan berlatih sepak bola.

Memulai karier di dunia sepak bola pada umur 8 tahun, Klinsmann merupakan penyerang yang cukup handal. Tidak heran jika ia pernah tergabung di klub-klub besar seperti Stuttgart Kickers, VfB Stuttgart, Inter Milan, AS Monaco, Tottenham Hotspur, Bayern Munchen, Sampdoria dan Orange County Blue Stars. Pria yang sangat mencintai angka 18 ini juga direkrut untuk mempertajam permainan tim nasional Jerman.
Ia sempat dijuluki ‘The Golden Bomber’ karena kecanggihannya dalam mencetak angka dan ahli dalam trik diving, ditambah lagi karena ia memiliki rambut berwarna pirang keemasan.

KACANG INGAT KULIT

Saat berlaga di klub, pria multi talenta ini pernah ditempatkan sebagai penjaga gawang dan berbagai posisi lainnya, dan ajaibnya ia tetap memiliki hasil yang menawan.
Sebagai pemain sepak bola profesional yang sukses dan berbakat dengan segudang prestasi, ketenaran dan popularitas tidak merubah pribadinya menjadi orang yang tinggi hati dan lupa diri.

Seolah ingat betul dari mana dirinya berasal, tahun 1995 ia mendirikan Jurgen Klinsmann’s Foundation yang bergerak di bidang lembaga swadaya masyarakat untuk membantu anak-anak di Eropa Timur yang kekurangan dan membutuhkan dukungan bagi pendidikan dan kesehatan.

Klinsmann dan istri (Debbie Chen) mantan model yang berdarah Asia.

Klinsmann dan istri (Debbie Chen) mantan model yang berdarah Asia.

SEMAKIN BERSINAR

Sempat berniat untuk pensiun dini, usai Piala Dunia 1998 Klinsmann mengundurkan diri dari dunia sepak bola dan pindah ke Amerika Serikat dengan maksut untuk membangun hidup bersama keluarga kecilnya di California.
Walau akhirnya sempat merumput lagi sebagai striker di klub strata dua Liga Amerika selama beberapa bulan pada tahun 2003, Klinsmann menjawab dengan jelas alasannya kembali ke dunia sepak bola.

Gairah yang tertanam dalam hati menggerakannya untuk memenuhi panggilan hidupnya. Pengalaman yang dimilikinya mendapat apresiasi yang besar dari negara asalnya. Tahun 2004 hingga 2006 ia dipercaya untuk melatih tim nasional Jerman dan berhasil membawanya ke peringkat ke-3 pada Piala Dunia 2006. Ia lalu melanjutkan kariernya sebagai manajer di klub Bayern Munchen pada periode 2008-2009.

Tim nasional Amerika Serikat menang dalam Piala Emas Concacaf 2013 dibawah asuhan Klinsmann.

Tim nasional Amerika Serikat menang dalam Piala Emas Concacaf 2013 dibawah asuhan Klinsmann.

Polemik di Negeri Paman Sam

Tepat pada 29 Juli 2011 Federasi Sepak Bola Amerika Serikat mengangkat Klinsmann menjadi pelatih atas tim nasional mereka dan mengalami masa kejayaan pada tahun 2013 yang lalu saat meraih gelar juara Piala Emas Concacaf.

Dalam 5 tahun terakhir prestasinya bersama timnas AS tidak tergolong buruk. Selama total 98 laga, Klinsmann berhasil meraih 55 kemenangan, 16 hasil imbang dan 17 kali menelan kekalahan.
Hanya saja dalam dua pertandingan terakhir pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018 ia gagal memberi kemenangan untuk timnas AS.

MIMPI BURUK KLINSMANN

Bagaimana tidak, dalam 15 tahun terakhir AS tidak pernah kalah selama bermain di kandangnya sendiri. Kalah 1-2 dari Meksiko pada 12 November yang lalu artinya memaksa AS harus rela kehilangan rekor tersebut.
Ditambah lagi dengan kekalahan telak 4-0 yang dialaminya saat bertandang ke Kosta Rika sebagai lanjutan dari babak kualifikasi Piala Dunia 2018.
Jelas saja momen tersebut membuat gerah para pendukung dan pencinta sepak bola AS.

Melihat hal ini, Presiden Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, Sunil Dulati mengambil langkah cepat. Terhitung 21 November 2016 Klinsmann resmi diberhentikan dari posisinya sebagai pelatih timnas AS.

“Untuk saat ini kami tetap yakin bahwa kami memiliki pemain berkualitas yang mampu membawa kami ke Rusia tahun 2018 nanti. Yang jelas kami akan membawa bentuk dan pertumbuhan tim ke arah yang berbeda,” ujar Sunil.

Meskipun demikian, Klinsmann tidak patah semangat dan berusaha untuk tetap membangun mimpinya di dunia sepak bola.

images-45

“Jangan pernah melihat sukses masa lalu! Lihatlah tantangan ke depan!”
– Jurgen Klinsmann –

Bocah Panti Asuhan Yang Jadi Bintang – Balotelli

Mario Balotelli membela Italia melawan Denmark saat kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014.

Mario Balotelli membela Italia melawan Denmark saat kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014.

Tidak Ada Yang Mustahil

Mario Barwuah Balotelli adalah atlet sepakbola profesional yang bermain sebagai striker pada tim nasional Italia.
Lahir 12 Agustus 1990, pria berkulit hitam ini namanya baru dikenal saat ia merumput bersama Manchester City pada bulan Agustus 2010.

Berbeda dengan kebanyakan orang, Balotelli memiliki kisah kehidupan yang cukup menarik. Lahir di Palermo (Sisilia) sebagai imigran dari Ghana, umur 2 tahun ia sudah ditinggal oleh keluarganya.

Takdir tak bisa ditolak, kemujuran mengikuti dirinya. Balotelli diangkat anak oleh sepasang suami istri yang sangat baik (Balotelli & Sylvi) disebuah panti asuhan tempat dimana ia dititipkan.

16 tahun berikutnya, Balotelli secara sah menjadi warga negara Italia, Concesio (13/8/2008). Sejak itu, Italia semakin mendarah daging didalam hati dan jiwanya.

Pria berumur 26 tahun ini sangat menyukai nomer punggung 45.

Pria berumur 26 tahun ini sangat menyukai nomer punggung 45.

Mimpi Jadi Nyata

Kecintaannya pada Italia sudah terlihat sejak ia kecil. Balotelli sangat menyukai klub A.C Milan. Seperti kejatuhan durian runtuh, tanggal 29 Januari 2013 hasratnya tercapai. Ia mendapat kontrak senilai € 20 juta (euro) untuk bermain di stadion San Siro.

Ia juga pernah mendedikasikan sebuah gol untuk ibu angkatnya saat kejuaraan Piala Eropa 2012 yang juga membawa negaranya maju ke babak final.

Tak Ada Gading Yang Tak Retak

Lincah dan perkasa, fisik diatas rata-rata yang dimiliki oleh Balotelli membuat dirinya sering mendapat pengakuan dan pujian. Mantan teman seperjuangannya di Manchester City (Joe Hart) menganggap dirinya sebagai salah satu pengambil tendangan penalti terbaik di dunia.

Namun Balotelli hanyalah manusia biasa. Ia juga terkenal sebagai pemain yang tidak disiplin. Belum dewasa dan suka bersikap buruk saat di atas lapangan. Emosi yang masih labil sering membawanya kepada penyesalan. Ia pernah mendapat total 4 kartu merah dalam 2 tahun bermain bersama Manchester City.

Bos Manchester City saat itu (Roberto Mancini) sempat kewalahan menangani aksi liar Balotelli.

Bos Manchester City saat itu (Roberto Mancini) sempat kewalahan menangani aksi liar Balotelli.

Menaklukan Raksasa

Belum sampai tahun kedua, A.C Milan rela melepas Balotelli kembali ke Liga Premier Inggris. Kali ini bersama Liverpool, tepat pada tanggal 25 Agustus 2014 dengan nilai transfer £ 16 juta (poundsterling).

Di Merseyside, Balotelli tak mampu bersinar. Bagaimana tidak, bos Liverpool (Juergen Kloop) hampir selalu menempatkan dirinya di bangku cadangan.
Karena pengangguran, maka ia dipinjamkan kepada klub lamanya, A.C Milan.

Tak ingin menyerah dengan keadaan. Kebuntuannya di Liverpool hanya menjadi batu loncatan baginya. Entah apa yang ada dibenaknya, ia lebih memilih bermain di Nice (klub di Perancis) daripada bergabung bersama Lyon yang juga bermain di Liga Champions.

Namun keputusannya sangat tepat. Karirnya di Nice kini sangat menawan. Ia dibutuhkan sebagai striker inti dan sudah biasa dijadikan sebagai starter. Dalam 9 pertandingan terakhir Balotelli sudah mencetak 7 gol (6 gol Ligue 1 Perancis dan 1 gol Liga Eropa).

Balotelli mengunjungi Sakho yang sedang alami cedera.

Balotelli mengunjungi Sakho yang sedang alami cedera.

Membangun Mimpi Orang Lain

Balotelli bukanlah tipikal orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Didalam kesuksesan karirnya saat ini, ia masih mengingat kawan lamanya di Liverpool.

Adalah Mamadou Sakho, pemain belakang Liverpool yang mengalami nasib yang sama seperti dirinya.

“Saya mengenal dia. Kami sering berbincang bersama. Dan saya tau kemampuannya,” aku Balotelli.

“Dia (Sakho) salah satu bek paling tangguh yang pernah saya kenal. Kami memiliki nasib yang sama. Dan saya hanya ingin dia berhasil,”

“Saya berharap dia bisa melihat apa yang terjadi pada saya. Bagaimana saya mengambil resiko. Ini akan menjadi solusi terbaik bagi dia (jika bergabung di Nice),” tutupnya.

Setan Merah : ‘Out of Service’

Stadion Old Trafford saat ini berumur 106 tahun. Didirikan pada 19 Februari 1910.

Stadion Old Trafford saat ini berumur 106 tahun. Didirikan pada 19 Februari 1910.

‘The Theatre of Dreams’

Berdiri 138 tahun yang lalu (1878), siapa yang tidak mengenal klub asal Inggris yang semula bernama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway Football Club (Newton Heath LYR F.C) ini.
Manchester United kini bermarkas di Old Trafford dengan kapasitas 97.212 kursi. Stadion ini merupakan stadion sepak bola terbesar kedua di Inggris, serta stadion kedua terbesar di Eropa setelah Nou Camp.

Sebagai klub raksasa, tim yang mendapat julukan Setan Merah ini sudah biasa menjadi juara diberbagai laga.
Sebut saja liga Inggris, total 12 kali dalam Piala FA, 4 kali Piala Liga dan 21 kali Piala FA Community Shield.
United juga pernah menjadi juara Piala Eropa sebanyak 3 kali, sekali pada Piala UEFA, Piala UEFA Super Cup, Piala Intercontinental, juga pada piala dunia antar klub yang diselenggarakan oleh FIFA.

Manchester United banyak melahirkan bintang sepak bola dunia. Foto: David Beckham dan Eric Cantona.

Manchester United banyak melahirkan bintang sepak bola dunia. (Foto: David Beckham dan Eric Cantona.)

Sorotan Dunia

Klub yang dimililiki oleh keluarga Glazer ini kini berada diposisi kelima dengan kekayaan Rp.45 trilyun.
Sebagai mantan klub terkaya didunia, pantas saja jika United menjadi salah satu klub yang memiliki pesona yang paling menarik, tentunya dengan segala macam bentuk permasalahan.

Saat ini United menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih dengan nilai kontrak sekitar Rp.200 miliar per tahun.

Aneh bin Ajaib

Sebagai pelatih kawakan, Mourinho sering membawa timnya berhasil memboyong piala dalam berbagai kejuaraan.
Sayangnya, klub sebesar United dengan pelatih secanggih Mourinho ternyata belum mampu memberikan kepuasaan kepada the Hooligans (sebutan suporter United).

Manchester United ditaklukan oleh Fenerbahce dengan skor 2-1.

Manchester United ditaklukan oleh Fenerbahce dengan skor 2-1.

Pria asal Portugal yang mendapat julukan ‘The Special One’ ini, kini seperti kehilangan taringnya.
United yang sudah 3 tahun tidak mengalami kejayaan, agaknya harus bersabar menunggu gebrakan dari bos barunya.

Mengumpulkan Puzzle

Bagi pecinta bola yang mengikuti sepak terjangnya, tentu sudah paham betul bagaimana sifat Mourinho dalam membangun tim.
Ia membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menemukan pemain yang benar-benar cocok dan mengerti akan isi hatinya.

Hal ini dibenarkan oleh Paul Scholes. Mantan gelandang United ini ikut angkat bicara setelah melihat kekalahan tim kesayangannya melawan Fenerbahce pada Liga Eropa hari kamis yang lalu (3/11/2016).

Gol Moussa Sow di menit kedua sukses membobol gawang David de Gea.

Gol Moussa Sow di menit kedua sukses membobol gawang David de Gea.

Scholes berpendapat, “Dua tahun merupakan waktu tercepat yang dibutuhkan mereka (United) untuk bisa bangkit,”

“Saya tidak yakin mereka mampu mengambil (juara) Liga Eropa. Apalagi pada Liga Premier, banyak tim yang lebih baik dari mereka (United) saat ini,” jelasnya.

“Mereka seperti asing bagi saya. United yang saya kenal memiliki kecepatan, tepat dalam spekulasi dan kuat secara fisik maupun mental, sehingga kami mudah mencetak angka,”

“Saya mengenal Mourinho. Ini hanya soal waktu. Lagipula semua masih dapat terjadi sepanjang musim ini. Kalaupun ada prestasi yang berhasil diraih, itu hanyalah sebuah upah bagi mereka (United),” tutupnya.

Percaya Diri

Seolah tak mau disalahkan. Mourinho merasa dikecewakan oleh pemain yang diasuhnya. Ia menuduh mereka tidak mau mendengarkan arahan dan nasihat darinya. Walaupun tertinggal satu angka saat bertandang ke Turki, dua minggu sebelumnya United menang telak (4-1) atas Fenerbahce di Old Trafford.

“Seharusnya kami tetap bisa unggul. Mereka bermain total seperti sedang berada di final, sedangkan kami hanya bermain seperti pada pertandingan persahabatan,” jelas Mourinho yang harus rela kehilangan Pogba setelah alami cedera di menit ke-30.

Detik-detik terakhir Rooney pecahkan telur pada menit 89.

Detik-detik terakhir Rooney pecahkan telur pada menit 89.

Manchester United banyak melahirkan bintang sepak bola dunia. (Foto: David Beckham dan Eric Cantona.)

Harus Bangun!

“Ketika peluit dibunyikan, mereka sangat cepat bergerak. Lalu wasit memberikan tendangan bebas, kami seperti tertidur. Disitulah letak kegagalan kami,”

“Pada akhirnya kami berhasil (mencetak angka). Walau sempat tertinggal 2 angka. Ini membuktikan bahwa kami tidak tinggal diam dan tidak ada kata menyerah,” bela Mourinho.

images-31

Akhir pekan ini (6/11/2016) United akan bertandang lagi. Kali ini pada Liga Premier melawan Swansea pukul 10.00 WIB.
Mampukah Setan Merah mematahkan pendapat Scholes? Kita tunggu aksinya dua hari lagi.

Fergie : ‘bye bye MU’ – Rooney

Mimpi Rooney terwujud, sejak kecil ia bercita-cita menjadi pemain sepakbola terkenal.

Mimpi Rooney terwujud, sejak kecil ia bercita-cita menjadi pemain sepakbola terkenal.

Superstar

Bermain sepakbola pada umur 9 tahun di divisi muda klub Everton dan memulai debut profesionalnya di tahun 2002 pada umur 16.
Wayne Mark Rooney, siapa yang tidak mengenal dia?

Lahir 31 tahun yang lalu pada 24 Oktober, pria berkebangsaan Inggris ini memang sangat bertalenta. Namanya sangat dikenal di dunia sepakbola, apalagi di negara asalnya.

Pria yang biasa dipasang di depan sebagai striker ini juga hampir selalu diandalkan untuk memimpin timnya (menjadi kapten) kala bertanding. Tidak hanya bermain di klub raksasa Manchester United, Rooney juga dipercaya untuk beraksi di tim nasional Inggris pada posisi yang sama.

9 September 2016 - Momen bersejarah. Sir Bobby Charlton memberikan sepatu emas kepada Rooney.

9 September 2016 – Momen bersejarah. Sir Bobby Charlton memberikan sepatu emas kepada Rooney.

Sebagai pemain besar, Ronney juga memiliki beragam penghargaan. Tahun 2011, namanya berada di posisi ke-5 untuk Ballon d’Or. Juga pada tahun yang sama ia juga menang sebagai pemain paling profesional pada FIFA Pro World 11Dan masih banyak lagi berbagai pencapaian yang ia dapatkan khususnya penghargaan di Liga Inggris.

‘I Am Yours’

Bak sepasang suami istri yang saling setia, demikian Rooney dengan Manchester United. 12 tahun sudah ia merasakan pahit manisnya merumput bersama untuk membangun klub Setan Merah asal Inggris itu.

Tidak tanggung-tanggung, uang sebesar £ 25.600.000 menjadi mahar yang diberikan oleh Manchester kepada Everton untuk memboyong Rooney ke Old Trafford pada Agustus 2004.
Ini merupakan biaya tertinggi yang pernah dibayarkan untuk pemain berusia di bawah 20 tahun, kala itu ia masih berumur 18 tahun.

Rooney mencetak 3 angka pada saat pertandingan Liga Champions 2010.

Rooney mencetak 3 angka pada saat pertandingan Liga Champions 2010.

Mantan bos Setan Merah, Sir Alex Ferguson mengatakan bahwa dirinya diremehkan oleh banyak orang ketika ia membujuk dewan klub direksi untuk melakukan penawaran tersebut.
Diberi nomer punggung 8, tidak jarang Ronney mencetak gol, bahkan melakukan hat-trick.

Plin-plan

Oktober 2010, ia sempat mengalami galau yang cukup serius. Fergie menyatakan pada konferensi pers bahwa Rooney ingin pergi dari klub. Hal ini terjadi setelah perselisihan antara mereka berdua.
Rooney telah membantah klaim Fergie bahwa; cedera adalah alasan mengapa dirinya sering duduk di bangku cadangan. Memang pada saat itu ia sempat mengalami cedera pada pergelangan kaki.

Rooney dan wakilnya merilis sebuah pernyataan mengenai keputusannya untuk meninggalkan klub Setan Merah. Mereka juga berusaha meyakinkan bahwa semua ini tidak karena uang, tetapi ini adalah tentang passion seorang Rooney.

Angka 8 menjadi nomer punggung pertama yang diberikan pada Rooney. Angka yang baik untuk awal yang baik.

Angka 8 menjadi nomer punggung pertama yang diberikan pada Rooney. Angka yang baik untuk awal yang baik.

Aneh tapi nyata, setelah pernyataan ini, Rooney membuat keputusan dramatis dan menyetujui kontrak baru selama lima tahun di Manchester United sampai Juni 2015.

Setia Juga Berarti Berkembang.

Benar adanya, bahwa 12 tahun sudah Rooney menunjukkan kesetiaannya kepada Setan Merah.
Berkembang?
Ini sebenarnya sangat mengkhawatirkan untuk dijawab.

Melihat permainannya yang belakangan ini justru menurun drastis jika dibandingkan dari awal hingga sekarang. Ditambah sisa kontrak yang hanya tinggal 20 bulan dan mengingat umurnya yang sudah tidak ‘muda’ lagi.

Agaknya klub secanggih Manchester ini tidak akan rela untuk mengeluarkan secarik kertas lagi untuk kontrak baru bagi sang kapten timnas Inggris itu.

Jujur Tapi Menyakitkan

Belum lama ini, Fergie sempat mengeluarkan pernyataan yang cukup menggemparkan.
Pria berumur 74 tahun itu mengatakan bahwa karir Rooney di Manchester sudah menuju ajalnya.

Pucat, pudar, lusuh, kelam, mendung, gelap,” kira-kira hal itulah yang ada di benak Fergie untuk menjelaskan seperti apa masa depan Ronney di Manchester.

20 Juli 2016 di Shanghai, China. Rooney harus rela dipasang oleh Mourinho sebagai pemain tengah, bukan striker.

20 Juli 2016 di Shanghai, China. Rooney harus rela dipasang oleh Mourinho sebagai pemain tengah, bukan striker.

Beda Koki Beda Rasa.

Bos baru Manchester United tampaknya sangat tidak menyukai Rooney. Beberapa kesempatan yang diberikan sama sekali tidak membuahkan hasil yang semestinya. Jauh dari yang diharapkan.

Jelas sekali bahwa Mourinho sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengganti mesin pencetak angka bagi tim yang sedang dilatihnya itu.

Saya tidak yakin apa yang akan menimpa dirinya (Rooney). Saya bukan cenayang. Yang jelas saat ini ia sedang mengalami cedera,” tutup Fergie.

Ada Apa Denganmu – CR7

Cristiano Ronaldo pada saat merayakan gol bersama Miguel (Portugal).

Cristiano Ronaldo merayakan gol bersama Miguel (Portugal).

Manusia Setengah Dewa

Lahir 5 Februari 1985, pria yang dikenal sebagai mesin pencetak gol ini bernama Cristiano Ronaldo atau yang biasa dipanggil CR7.

Tentu saja karena ketajamannya didalam bermain sepakbola pria yang berasal dari Portugal ini dipakai oleh negaranya sebagai ujung tombak (striker dan kapten) pada tim nasional mereka.

Bukan Bintang Biasa

Pada usia 30 tahun Ronaldo sudah berhasil mencetak total 500 gol untuk klub dan negaranya selama berkarir sebagai bintang sepakbola professional.
Pernah mendapatkan penghargaan sebagai pemain sepakbola terbaik didunia, lagi-lagi Ronaldo dinobatkan sebagai pemain Portugis terbaik oleh Portuguese Football Federation pada tahun 2015.
CR7 merupakan satu-satunya pemain yang memenangkan penghargaan Europe Golden Shoe selama empat kali berturut-turut.

Ronaldo saat mendapat Golden Boot.

Ronaldo mendapat Golden Boot.

Tahun 2016 Ronaldo mendapat peringkat pertama sebagai  termahal di dunia versi majalah Forbes, juga peringkat teratas sebagai atlet yang paling terkenal di dunia menurut ESPN.
Memiliki tubuh proporsional dan paras tampan menjadikannya sebagai bintang iklan dan model di beberapa perusahaan besar dunia. Dan tidak hanya itu, masih ada segunung prestasi lagi yang ia miliki.

Ronaldo saat bersama Madrid tahun 2015

Ronaldo saat bersama Madrid tahun 2015

Menemukan ‘Second Home’

Saat ini Ronaldo sudah menjalani tahun ketujuhnya bersama dengan klub raksasa ternama asal Spanyol, Real Madrid.
Beberapa pengamat sepakbola mengatakan bahwa permainan Ronaldo terlalu individualis alias rakus. Tentunya pernyataan mereka didasari oleh fakta yang terjadi dilapangan.

Real Madrid vs Athletic Bilbao

Pertandingan yang dilaksanakan dini hari tadi (Senin 24/10/2016, 01:45 WIB) seolah mengiyakan tuduhan yang pernah dilontarkan terhadap CR7, bahwa dirinya tidak ingin rekan satu teamnya mencetak gol sehingga ia bisa terus mencetak gol.

Benar saja, walaupun ada banyak kesempatan, tetapi Ronaldo tidak mampu menghasilkan gol, bahkan sampai pertandingan berakhir.
Ia sempat menampar kakinya sendiri waktu gagal mencetak angka, menunjukkan kekecewaan terhadap dirinya sendiri karena permainan buruk yang ia berikan.

Morata menyelamatkan Madrid, juga Ronaldo.

Morata menyelamatkan Madrid, juga Ronaldo.

Tidak Pernah Sendiri

Beruntung rekan satu teamnya berhasil merobek gawang Bilbao. Menit ke-83 Alvaro Morata berhasil menambah satu angka setelah Merino Zuluaga menyamakan kedudukan di menit ke-27 atas gol pembuka yang diciptakan oleh Karim Benzema.

Morata menjadi malaikat bagi Real Madrid yang akhirnya mendapat 3 point dan membuatnya bertahan di posisi teratas pada klasemen sementara La Liga.
Hal ini sekaligus menjadi penghapus kesalahan besar yang telah dilakukan oleh Ronaldo di stadion Santiago Bernebau.

Ada Yang Berbeda

Diluar kebiasaan, pemain berumur 31 tahun ini seperti berubah dan menjadi sulit untuk mencetak gol.
Dalam 6 pertandingan terakhir di La Liga, Ronaldo hanya berhasil mencetak 2 angka, pada saat bertandang dengan Osasuna dan yang terakhir dalam kemenangan 6-1 atas Real Betis.

Sedang di rumahnya sendiri (Bernabeu), dalam tiga pertandingan terakhir ia sama sekali tidak pernah mencetak angka.

Mimpi Tinggal Kenangan

Tidak seperti sebelumnya, ini merupakan awal musim terburuk yang pernah ia berikan bagi Madrid.
Secara total hanya 4 gol saja yang mampu ia buat di semua musim.
Tentu saja hal buruk ini membuat jarak yang sangat jauh untuk seseorang yang bercita-cita memenangkan Ballon d’Or.

FIFA Ballon d’Or adalah sebuah penghargaan sepakbola yang diberikan setiap tahun kepada pemain yang dianggap telah melakukan yang terbaik di musim sebelumnya. Penghargaan ini diberikan berdasarkan suara oleh pelatih dan kapten tim internasional, serta wartawan dari seluruh dunia.

Penghargaan ini dimulai pada tahun 2010 setelah penghargaan Ballon d’Or dan Pemain Terbaik Dunia FIFA pria digabungkan. Pemenang dari Ballon d’Or terbaik penganugerahan yang perdana adalahLionel Messi yang kemudian berhasil untuk merebut kembali gelar dua tahun berikutnya.

Mengapa Bukan Ronaldo?

Kalau dilihat dari prestasinya, Ronaldo seharusnya mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya (Ballon d’Or 2016).

Tidak ada manusia yang sempurna‘. Ya, mungkin istilah ini sangat tepat dan Continue reading