Ada Apa Denganmu – CR7

Cristiano Ronaldo pada saat merayakan gol bersama Miguel (Portugal).

Cristiano Ronaldo merayakan gol bersama Miguel (Portugal).

Manusia Setengah Dewa

Lahir 5 Februari 1985, pria yang dikenal sebagai mesin pencetak gol ini bernama Cristiano Ronaldo atau yang biasa dipanggil CR7.

Tentu saja karena ketajamannya didalam bermain sepakbola pria yang berasal dari Portugal ini dipakai oleh negaranya sebagai ujung tombak (striker dan kapten) pada tim nasional mereka.

Bukan Bintang Biasa

Pada usia 30 tahun Ronaldo sudah berhasil mencetak total 500 gol untuk klub dan negaranya selama berkarir sebagai bintang sepakbola professional.
Pernah mendapatkan penghargaan sebagai pemain sepakbola terbaik didunia, lagi-lagi Ronaldo dinobatkan sebagai pemain Portugis terbaik oleh Portuguese Football Federation pada tahun 2015.
CR7 merupakan satu-satunya pemain yang memenangkan penghargaan Europe Golden Shoe selama empat kali berturut-turut.

Ronaldo saat mendapat Golden Boot.

Ronaldo mendapat Golden Boot.

Tahun 2016 Ronaldo mendapat peringkat pertama sebagai  termahal di dunia versi majalah Forbes, juga peringkat teratas sebagai atlet yang paling terkenal di dunia menurut ESPN.
Memiliki tubuh proporsional dan paras tampan menjadikannya sebagai bintang iklan dan model di beberapa perusahaan besar dunia. Dan tidak hanya itu, masih ada segunung prestasi lagi yang ia miliki.

Ronaldo saat bersama Madrid tahun 2015

Ronaldo saat bersama Madrid tahun 2015

Menemukan ‘Second Home’

Saat ini Ronaldo sudah menjalani tahun ketujuhnya bersama dengan klub raksasa ternama asal Spanyol, Real Madrid.
Beberapa pengamat sepakbola mengatakan bahwa permainan Ronaldo terlalu individualis alias rakus. Tentunya pernyataan mereka didasari oleh fakta yang terjadi dilapangan.

Real Madrid vs Athletic Bilbao

Pertandingan yang dilaksanakan dini hari tadi (Senin 24/10/2016, 01:45 WIB) seolah mengiyakan tuduhan yang pernah dilontarkan terhadap CR7, bahwa dirinya tidak ingin rekan satu teamnya mencetak gol sehingga ia bisa terus mencetak gol.

Benar saja, walaupun ada banyak kesempatan, tetapi Ronaldo tidak mampu menghasilkan gol, bahkan sampai pertandingan berakhir.
Ia sempat menampar kakinya sendiri waktu gagal mencetak angka, menunjukkan kekecewaan terhadap dirinya sendiri karena permainan buruk yang ia berikan.

Morata menyelamatkan Madrid, juga Ronaldo.

Morata menyelamatkan Madrid, juga Ronaldo.

Tidak Pernah Sendiri

Beruntung rekan satu teamnya berhasil merobek gawang Bilbao. Menit ke-83 Alvaro Morata berhasil menambah satu angka setelah Merino Zuluaga menyamakan kedudukan di menit ke-27 atas gol pembuka yang diciptakan oleh Karim Benzema.

Morata menjadi malaikat bagi Real Madrid yang akhirnya mendapat 3 point dan membuatnya bertahan di posisi teratas pada klasemen sementara La Liga.
Hal ini sekaligus menjadi penghapus kesalahan besar yang telah dilakukan oleh Ronaldo di stadion Santiago Bernebau.

Ada Yang Berbeda

Diluar kebiasaan, pemain berumur 31 tahun ini seperti berubah dan menjadi sulit untuk mencetak gol.
Dalam 6 pertandingan terakhir di La Liga, Ronaldo hanya berhasil mencetak 2 angka, pada saat bertandang dengan Osasuna dan yang terakhir dalam kemenangan 6-1 atas Real Betis.

Sedang di rumahnya sendiri (Bernabeu), dalam tiga pertandingan terakhir ia sama sekali tidak pernah mencetak angka.

Mimpi Tinggal Kenangan

Tidak seperti sebelumnya, ini merupakan awal musim terburuk yang pernah ia berikan bagi Madrid.
Secara total hanya 4 gol saja yang mampu ia buat di semua musim.
Tentu saja hal buruk ini membuat jarak yang sangat jauh untuk seseorang yang bercita-cita memenangkan Ballon d’Or.

FIFA Ballon d’Or adalah sebuah penghargaan sepakbola yang diberikan setiap tahun kepada pemain yang dianggap telah melakukan yang terbaik di musim sebelumnya. Penghargaan ini diberikan berdasarkan suara oleh pelatih dan kapten tim internasional, serta wartawan dari seluruh dunia.

Penghargaan ini dimulai pada tahun 2010 setelah penghargaan Ballon d’Or dan Pemain Terbaik Dunia FIFA pria digabungkan. Pemenang dari Ballon d’Or terbaik penganugerahan yang perdana adalahLionel Messi yang kemudian berhasil untuk merebut kembali gelar dua tahun berikutnya.

Mengapa Bukan Ronaldo?

Kalau dilihat dari prestasinya, Ronaldo seharusnya mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya (Ballon d’Or 2016).

Tidak ada manusia yang sempurna‘. Ya, mungkin istilah ini sangat tepat dan menjadi jawaban dari semua itu.

Comments are closed.