Tag Archives: Lyon

Bocah Panti Asuhan Yang Jadi Bintang – Balotelli

Mario Balotelli membela Italia melawan Denmark saat kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014.

Mario Balotelli membela Italia melawan Denmark saat kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014.

Tidak Ada Yang Mustahil

Mario Barwuah Balotelli adalah atlet sepakbola profesional yang bermain sebagai striker pada tim nasional Italia.
Lahir 12 Agustus 1990, pria berkulit hitam ini namanya baru dikenal saat ia merumput bersama Manchester City pada bulan Agustus 2010.

Berbeda dengan kebanyakan orang, Balotelli memiliki kisah kehidupan yang cukup menarik. Lahir di Palermo (Sisilia) sebagai imigran dari Ghana, umur 2 tahun ia sudah ditinggal oleh keluarganya.

Takdir tak bisa ditolak, kemujuran mengikuti dirinya. Balotelli diangkat anak oleh sepasang suami istri yang sangat baik (Balotelli & Sylvi) disebuah panti asuhan tempat dimana ia dititipkan.

16 tahun berikutnya, Balotelli secara sah menjadi warga negara Italia, Concesio (13/8/2008). Sejak itu, Italia semakin mendarah daging didalam hati dan jiwanya.

Pria berumur 26 tahun ini sangat menyukai nomer punggung 45.

Pria berumur 26 tahun ini sangat menyukai nomer punggung 45.

Mimpi Jadi Nyata

Kecintaannya pada Italia sudah terlihat sejak ia kecil. Balotelli sangat menyukai klub A.C Milan. Seperti kejatuhan durian runtuh, tanggal 29 Januari 2013 hasratnya tercapai. Ia mendapat kontrak senilai € 20 juta (euro) untuk bermain di stadion San Siro.

Ia juga pernah mendedikasikan sebuah gol untuk ibu angkatnya saat kejuaraan Piala Eropa 2012 yang juga membawa negaranya maju ke babak final.

Tak Ada Gading Yang Tak Retak

Lincah dan perkasa, fisik diatas rata-rata yang dimiliki oleh Balotelli membuat dirinya sering mendapat pengakuan dan pujian. Mantan teman seperjuangannya di Manchester City (Joe Hart) menganggap dirinya sebagai salah satu pengambil tendangan penalti terbaik di dunia.

Namun Balotelli hanyalah manusia biasa. Ia juga terkenal sebagai pemain yang tidak disiplin. Belum dewasa dan suka bersikap buruk saat di atas lapangan. Emosi yang masih labil sering membawanya kepada penyesalan. Ia pernah mendapat total 4 kartu merah dalam 2 tahun bermain bersama Manchester City.

Bos Manchester City saat itu (Roberto Mancini) sempat kewalahan menangani aksi liar Balotelli.

Bos Manchester City saat itu (Roberto Mancini) sempat kewalahan menangani aksi liar Balotelli.

Menaklukan Raksasa

Belum sampai tahun kedua, A.C Milan rela melepas Balotelli kembali ke Liga Premier Inggris. Kali ini bersama Liverpool, tepat pada tanggal 25 Agustus 2014 dengan nilai transfer £ 16 juta (poundsterling).

Di Merseyside, Balotelli tak mampu bersinar. Bagaimana tidak, bos Liverpool (Juergen Kloop) hampir selalu menempatkan dirinya di bangku cadangan.
Karena pengangguran, maka ia dipinjamkan kepada klub lamanya, A.C Milan.

Tak ingin menyerah dengan keadaan. Kebuntuannya di Liverpool hanya menjadi batu loncatan baginya. Entah apa yang ada dibenaknya, ia lebih memilih bermain di Nice (klub di Perancis) daripada bergabung bersama Lyon yang juga bermain di Liga Champions.

Namun keputusannya sangat tepat. Karirnya di Nice kini sangat menawan. Ia dibutuhkan sebagai striker inti dan sudah biasa dijadikan sebagai starter. Dalam 9 pertandingan terakhir Balotelli sudah mencetak 7 gol (6 gol Ligue 1 Perancis dan 1 gol Liga Eropa).

Balotelli mengunjungi Sakho yang sedang alami cedera.

Balotelli mengunjungi Sakho yang sedang alami cedera.

Membangun Mimpi Orang Lain

Balotelli bukanlah tipikal orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Didalam kesuksesan karirnya saat ini, ia masih mengingat kawan lamanya di Liverpool.

Adalah Mamadou Sakho, pemain belakang Liverpool yang mengalami nasib yang sama seperti dirinya.

“Saya mengenal dia. Kami sering berbincang bersama. Dan saya tau kemampuannya,” aku Balotelli.

“Dia (Sakho) salah satu bek paling tangguh yang pernah saya kenal. Kami memiliki nasib yang sama. Dan saya hanya ingin dia berhasil,”

“Saya berharap dia bisa melihat apa yang terjadi pada saya. Bagaimana saya mengambil resiko. Ini akan menjadi solusi terbaik bagi dia (jika bergabung di Nice),” tutupnya.