Tag Archives: Mourinho

Pak Bos Yang Pemarah – Jose Mourinho

Luapan emosi Mourinho saat pertandingan melawan West Ham, Minggu 29 November 2016

Luapan emosi Mourinho saat pertandingan melawan West Ham, Minggu 29 November 2016.

Balada Emosi Pelatih

Hanya dalam waktu 2 bulan saja bos Manchester United, Jose Mourinho lagi-lagi mendapat dakwaan dari Asosiasi Sepak Bola (Football Association) untuk kali yang kedua setelah kejadian pertama saat melawan Burnley tanggal 29 Oktober, dimana Mourinho mendapat sanksi denda £ 8000 dan larangan untuk hadir selama 1 pertandingan.

Mourinho akan segera mendapat sanksi berikutnya jika dakwaan yang dilayangkan untuknya dinyatakan tepat oleh komisi FA.

Pada 17 Oktober yang lalu pria Portugis berusia 53 tahun ini juga didenda £ 50.000 untuk komentar yang dibuatnya mengenai wasit Anthony Taylor sebelum bertandang ke Liverpool di Anfield.

Amarahnya yang sering tak terbendung kembali termanifestasi pada pertandingan hari Minggu kemarin saat wasit menyatakan Paul Pogba melakukan diving ketika berhadapan dengan kapten West Ham, Mark Noble.

Bereaksi atas keputusan wasit Jon Moss, Mourinho menendang botol air minum yang ada di area touchline. Tayangan ulang menunjukkan dengan jelas Noble tidak melakukan kontak dengan gelandang asal Prancis yang berusia 23 tahun itu.

Mourinho diusir oleh Anthony Taylor saat pertandingan melawan City ketika masih melatih Chelsea 2013 silam.

Mourinho diusir oleh Anthony Taylor saat pertandingan melawan Cardiff City ketika masih melatih Chelsea 2013 silam.

Tak Siap Hadapi Perubahan

Memberikan tekanan kepada wasit melalui perkataan saat pertandingan resmi sedang berlangsung, menekan regulasi dan peraturan yang ada, hingga berulang kali mengomel di touchline adalah upaya-upaya yang dulu sering digunakan para pelatih untuk menyuarakan pendapat mereka guna mempengaruhi keputusan wasit.

Namun cara lawas tersebut masih dipakai oleh Mourinho, yang mungkin lupa bahwa sesungguhnya sifat permainan dewasa ini sudah berubah.
Hal ini juga menunjukkan bahwa ia telah kehilangan kemampuannya untuk mengganggu dan mengintimidasi regulasi yang ada saat merumput dilapangan.

Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang

Berbeda sekali ketika waktu pertama ia datang sebagai anak baru di Chelsea pada tahun 2004. Melalui kepercayaan diri, talenta dan sifatnya yang enerjik, Mourinho dengan cepat mengalahkan popularitas Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger dengan mengantongi piala Liga Champions.

Walau berisiko tinggi dan memungkinkan berperang dengan manajer lain, Mourinho selalu menyelimuti Chelsea dengan api amarah bagai api yang tak pernah padam. Tapi hal itu diimbangi dengan hasil yang baik dan memuaskan. Tim yang berprestasi dan berujung tawa di akhir pertandingan. Ferguson dan Wenger pun mengalami kebahagiaan yang sama saat terlibat dalam pertempuran verbal.

Kobaran Api Yang Dingin

Seolah menghancurkan reputasinya sendiri, setelah musim kedua, Mourinho mulai membuat sejarah baru yang sangat buruk di Stamford Bridge, yang berujung kepada pemecatan dirinya dari klub berkaos biru tersebut.

Saat ini Mourinho sudah menghadapi sanksi ketiga dari FA, padahal ia baru 13 kali menjalani masa kepemimpinannya di Old Trafford pada pertandingan Liga Premier.

Entah apa yang sedang dialaminya hingga membuat ia berperilaku seperti anak kecil. Mourinho mungkin lupa bahwa ia dan timnya menjadi sorotan dan perhatian dunia sepak bola. Namun hal ini semakin mengingatkan kita kepada sikap seorang pria tua yang sudah lelah dan seperti anak kemarin sore yang sedang bertingkah.

Jose Mourinho bersitegang dengan Paul Lambert di Stamford Bridge saat memimpin Chelsea melawan Aston Villa, Agustus 2013.

Jose Mourinho bersitegang dengan Paul Lambert di Stamford Bridge saat memimpin Chelsea melawan Aston Villa, Agustus 2013.

Tidak Perlu Pakai ‘Urat’

Berbeda dengan Mourinho, walau sering mengekspresikan emosi di touchline, Antonio Conte dan Jurgen Klopp telah membuktikan bisa menggunakan kemarahan mereka dengan cara yang positif.

Cara yang cukup cerdas ini juga diaplikasikan oleh bos Manchester City, Pep Guardiola. Mereka mengetahui bahwa cara jadul seperti itu adalah sia-sia dan merusak khusuknya pertandingan. Jadi didalam berkomunikasi, benar-benar dibutuhkan kebijaksanaan untuk bisa menyampaikan maksut dan tujuan dengan baik.

“Sebuah pesan akan disalahartikan jika disampaikan dengan cara yang salah.”         -anonim-

Fergie : ‘bye bye MU’ – Rooney

Mimpi Rooney terwujud, sejak kecil ia bercita-cita menjadi pemain sepakbola terkenal.

Mimpi Rooney terwujud, sejak kecil ia bercita-cita menjadi pemain sepakbola terkenal.

Superstar

Bermain sepakbola pada umur 9 tahun di divisi muda klub Everton dan memulai debut profesionalnya di tahun 2002 pada umur 16.
Wayne Mark Rooney, siapa yang tidak mengenal dia?

Lahir 31 tahun yang lalu pada 24 Oktober, pria berkebangsaan Inggris ini memang sangat bertalenta. Namanya sangat dikenal di dunia sepakbola, apalagi di negara asalnya.

Pria yang biasa dipasang di depan sebagai striker ini juga hampir selalu diandalkan untuk memimpin timnya (menjadi kapten) kala bertanding. Tidak hanya bermain di klub raksasa Manchester United, Rooney juga dipercaya untuk beraksi di tim nasional Inggris pada posisi yang sama.

9 September 2016 - Momen bersejarah. Sir Bobby Charlton memberikan sepatu emas kepada Rooney.

9 September 2016 – Momen bersejarah. Sir Bobby Charlton memberikan sepatu emas kepada Rooney.

Sebagai pemain besar, Ronney juga memiliki beragam penghargaan. Tahun 2011, namanya berada di posisi ke-5 untuk Ballon d’Or. Juga pada tahun yang sama ia juga menang sebagai pemain paling profesional pada FIFA Pro World 11Dan masih banyak lagi berbagai pencapaian yang ia dapatkan khususnya penghargaan di Liga Inggris.

‘I Am Yours’

Bak sepasang suami istri yang saling setia, demikian Rooney dengan Manchester United. 12 tahun sudah ia merasakan pahit manisnya merumput bersama untuk membangun klub Setan Merah asal Inggris itu.

Tidak tanggung-tanggung, uang sebesar £ 25.600.000 menjadi mahar yang diberikan oleh Manchester kepada Everton untuk memboyong Rooney ke Old Trafford pada Agustus 2004.
Ini merupakan biaya tertinggi yang pernah dibayarkan untuk pemain berusia di bawah 20 tahun, kala itu ia masih berumur 18 tahun.

Rooney mencetak 3 angka pada saat pertandingan Liga Champions 2010.

Rooney mencetak 3 angka pada saat pertandingan Liga Champions 2010.

Mantan bos Setan Merah, Sir Alex Ferguson mengatakan bahwa dirinya diremehkan oleh banyak orang ketika ia membujuk dewan klub direksi untuk melakukan penawaran tersebut.
Diberi nomer punggung 8, tidak jarang Ronney mencetak gol, bahkan melakukan hat-trick.

Plin-plan

Oktober 2010, ia sempat mengalami galau yang cukup serius. Fergie menyatakan pada konferensi pers bahwa Rooney ingin pergi dari klub. Hal ini terjadi setelah perselisihan antara mereka berdua.
Rooney telah membantah klaim Fergie bahwa; cedera adalah alasan mengapa dirinya sering duduk di bangku cadangan. Memang pada saat itu ia sempat mengalami cedera pada pergelangan kaki.

Rooney dan wakilnya merilis sebuah pernyataan mengenai keputusannya untuk meninggalkan klub Setan Merah. Mereka juga berusaha meyakinkan bahwa semua ini tidak karena uang, tetapi ini adalah tentang passion seorang Rooney.

Angka 8 menjadi nomer punggung pertama yang diberikan pada Rooney. Angka yang baik untuk awal yang baik.

Angka 8 menjadi nomer punggung pertama yang diberikan pada Rooney. Angka yang baik untuk awal yang baik.

Aneh tapi nyata, setelah pernyataan ini, Rooney membuat keputusan dramatis dan menyetujui kontrak baru selama lima tahun di Manchester United sampai Juni 2015.

Setia Juga Berarti Berkembang.

Benar adanya, bahwa 12 tahun sudah Rooney menunjukkan kesetiaannya kepada Setan Merah.
Berkembang?
Ini sebenarnya sangat mengkhawatirkan untuk dijawab.

Melihat permainannya yang belakangan ini justru menurun drastis jika dibandingkan dari awal hingga sekarang. Ditambah sisa kontrak yang hanya tinggal 20 bulan dan mengingat umurnya yang sudah tidak ‘muda’ lagi.

Agaknya klub secanggih Manchester ini tidak akan rela untuk mengeluarkan secarik kertas lagi untuk kontrak baru bagi sang kapten timnas Inggris itu.

Jujur Tapi Menyakitkan

Belum lama ini, Fergie sempat mengeluarkan pernyataan yang cukup menggemparkan.
Pria berumur 74 tahun itu mengatakan bahwa karir Rooney di Manchester sudah menuju ajalnya.

Pucat, pudar, lusuh, kelam, mendung, gelap,” kira-kira hal itulah yang ada di benak Fergie untuk menjelaskan seperti apa masa depan Ronney di Manchester.

20 Juli 2016 di Shanghai, China. Rooney harus rela dipasang oleh Mourinho sebagai pemain tengah, bukan striker.

20 Juli 2016 di Shanghai, China. Rooney harus rela dipasang oleh Mourinho sebagai pemain tengah, bukan striker.

Beda Koki Beda Rasa.

Bos baru Manchester United tampaknya sangat tidak menyukai Rooney. Beberapa kesempatan yang diberikan sama sekali tidak membuahkan hasil yang semestinya. Jauh dari yang diharapkan.

Jelas sekali bahwa Mourinho sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengganti mesin pencetak angka bagi tim yang sedang dilatihnya itu.

Saya tidak yakin apa yang akan menimpa dirinya (Rooney). Saya bukan cenayang. Yang jelas saat ini ia sedang mengalami cedera,” tutup Fergie.