Tag Archives: Tianjin Teda

Gairah China Super League : Pingin Beken

Ambisi dan Obsesi

Menghabiskan uang dalam jumlah besar, China Super League mulai mendapat sorotan serius dari seluruh dunia. Memasuki pergantian tahun baru, kini sejumlah klub Cina lagi-lagi mencoba untuk memikat pemain kelas dunia untuk bermain di negaranya.

Pembelanjaan yang paling viral berasal dari klub Guangzhou Evergrande, yang ditandatangani oleh Jackson Martinez dari Atletico Madrid senilai £32 juta pounds, dan klub Jiangsu Suning yang rela membayar Chelsea £20 juta pounds untuk Ramires.

Sedang penawaran yang berhasil menjadi berita utama dunia adalah pindahnya Oscar, pemain tengah Chelsea. Pemain yang juga merupakan tim nasional Brasil itu telah bermain bersama Chelsea lebih dari 200 pertandingan sejak pertama bergabung pada tahun 2012. Dengan nilai transfer £52 juta pounds klub Shanghai SIPG telah resmi memboyong pemain berusia 25 tahun itu.

John Obi Mikel, lahir tanggal 22 April 1987 di Nigeria dan ikut memperkuat tim nasional.

Masih dari Stamford Bridge, kali ini giliran Mikel John Obi yang diangkut klub Tianjin Teda ke CSL untuk bermain di negeri tirai bambu itu. Padahal pria asal Nigeria itu sudah merumput bersama The Blues selama 10 tahun. Tidak dipasangnya Mikel oleh Antonio Conte selama musim ini disebut-sebut sebagai alasan perpindahannya.

Tidak mau kalah, klub Shanghai Shenhua juga turut masuk dalam bursa perpindahan pemain kelas dunia dengan menggenapi janjinya untuk mentransfer sejumlah uang sebesar £71 juta pounds kepada klub besar di Argentina, Boca Juniors pada tanggal 29 Desember 2016. Carlos Tevez yang juga merupakan mantan striker Manchester City itu mengaku bangga akan segera bergabung dengan Demba Ba dan Obafemi Martins yang sudah lebih dahulu bergabung.

Investasi dan Spekulasi

Ambisi CSL untuk menjadi pusat negara sepak bola dunia sudah menjadi rahasia umum. Banyak orang sependapat, termasuk bos Chelsea, Antonio Conte mengklaim bahwa kekayaan yang dimiliki Cina sangat berbahaya bagi klub di seluruh dunia. Para pemegang saham perusahaan yang memiliki 16 klub di CSL melihat investasi ini sebagai suatu peluang untuk mendapatkan bantuan pemerintah.

Meskipun rencana Cina untuk menjadi negara sepak bola terbaik dunia masih memiliki banyak kekurangan, namun hal ini akan tetap menarik sejumlah besar penggemar terhadap permainan. Dan, walau dalam waktu dekat mereka tidak mungkin melahirkan pemain sekelas Messi, pemerintah tetap menginginkan investasi dalam skala besar dengan harapan akan meningkatkan tingkat dasar sepak bola Cina di masa depan, sehingga menjadi kebanggaan dunia.

Tahun 2015 Carlos Tevez bergabung dengan Boca Juniors setelah vacuum selama 9 tahun.

Pro Kontra Loyalitas Superstar

Sungguh suatu cita-cita yang mulia. Hal ini jelas akan menjadi sebuah kesempatan besar bagi pemerintah Cina untuk memiliki koneksi yang menguntungkan dengan banyak pihak, sehingga kendati bursa transfer Cina dibatasi, klub tetap bersedia untuk mengejar superstar asing. Namun, banyak orang di luar Asia, terutama di Inggris, tidak mengerti mengapa pemain top dunia bersedia untuk pindah ke Cina dan bermain di liga utama mereka. Kita masih sering melihat pemain kakap hijrah ke Cina atau liga di luar Eropa, pada dasarnya karena mereka memasuki masa pensiun. Diluar itu, pemain akan dianggap serakah dan ambisius, karena dianggap kurang berkelas dan tidak setia.

Pesepakbola mungkin bermimpi untuk memenangkan Champions League dengan bermain di klub Eropa papan atas. Tapi pada dasarnya, sepak bola tetaplah sepak bola. Oscar masih tetap mengejar mimpinya: dia masih berlatih setiap minggu, bermain 90 menit setiap hari, meskipun berada di belahan dunia lain. Lagipula, siapa yang tak tergiur jika ditawari gaji empat kali lebih besar dengan pekerjaan yang sama, walaupun meski bermain di ‘liga pensiun’ selama beberapa tahun. Apalagi jika karir mereka sebelumnya pendek dan rapuh.